Pages

Subscribe:

Labels

Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Desember 2011

Sejarah Karangasem

Dalam menguraikan sejarah Kerajaan Karangasem, ada dua buah buku sumber yang dipakai sebagaimana yang ditulis oleh Agung (1991) dan Agung (2001). Nama ‘Karangasem’ sebenarnya berasal dari kata ‘Karang Semadi’. Beberapa catatan yang memuat asal muasal nama Karangasem adalah seperti yang diungkapkan dalam Prasasti Sading C yang terdapat di Geria Mandara, Munggu, Badung. Lebih lanjut diungkapkan bahwa Gunung Lempuyang yang menjulang anggun di timur laut Amlapura, pada mulanya bernama Adri Karang yang berarti Gunung Karang. Pada tahun 1072 (1150 M) tanggal 12 bulan separo terang, Wuku Julungwangi dibulan Cetra, Bhatara Guru menitahkan puteranya yang bernama Sri Maharaja Jayasakti atau Hyang Agnijaya untuk turun ke Bali. Tugas yang diemban seperti dikutip dalam prasasti berbunyi” gumawyeana Dharma rikang Adri Karang maka kerahayuan ing Jagat Bangsul…”, artinya datang ke Adri Karang membuat Pura (Dharma) untuk memberikan keselamatan lahir-batin bagi Pulau Dewata. Hyang Agnijaya diceritakan datang berlima dengan saudara-saudaranya yaitu Sambhu, Brahma, Indra, dan Wisnu di Adri Karang (Gunung Lempuyang di sebelah timur laut kota Amlapura). Mengenai hal ihwal nama Lempuyang adalah sebagai tempat yang terpilih atau menjadi pilihan Bhatara Guru (Hyang Parameswara) untuk menyebarkan ‘sih’ Nya bagi keselamatan umat manusia. Dalam penelitian sejarah keberadaan pura, Lempuyang dihubungkan dengan kata ‘ lampu’ artinya ‘terpilih’ dan ‘Hyang’ berarti Tuhan; Bhatara Guru, Hyang Parameswara. Di Adri Karang inilah beliau Hyang Agnijaya membuat Pura Lempuyang Luhur sebagai tempat beliau bersemadi. Lambat laun Karang Semadi ini berubah menjadi Karangasem.

Kamis, 22 Desember 2011

Sekilas

Kabupaten Karangasem adalah merupakan salah satu dari sembilan kabupaten di Bali, terletak di bagian Timur Bali, dengan luas daerah 839,54 kilometer persegi. Karangasem terdiri atas delapan kecamatan: Karangasem, Manggis, Rendang, Selat, Sidemen, Bebandem, Abang, dan Kubu.Karangasem memiliki berbagai macam pemandangan lanskap yang luar biasa. Deretan pengunungan rendah dan tinggi berpadu dengan daratan, hutan tropis, sawah dengan terasering, pantai-pantai yang indah, sisa-sisa arkeologi budaya dan sejarah, desa tradisional “Bali Aga” dengan gaya hidupnya membuat Karangasem layak untuk dikunjungi.Untuk menjangkau semua tempat-tempat menarik di Karangasem sangat mudah mengingat Karangasem didukung oleh kondisi jalan yang bagus, fasilitas-fasilitas seperti: hotel, restaurant, tempat menukar uang, toko souvenir, dan lain-lain seperti yang Anda harapkan di dalam suatu lingkungan wisatawan.Beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi diantaranya : pantai Candidasa, Pantai Bias Putih, Putung, Yeh Malet, Taman Ujung,Tirta gangga dan masih banyak yang lainnya.